Surakarta, 20 Juli 2026 – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta menerima kunjungan studi tiru dari Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Makassar dalam rangka berbagi pengalaman mengenai pengembangan Institusi Penyelenggara Pelatihan (BPAFK Akademi). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang alat dan fasilitas kesehatan.
Rombongan BPAFK Makassar yang terdiri dari Ibu Rostini, SKM, S.Si., M.Si. dan Ibu Irawati, ST. disambut langsung oleh Kepala BPAFK Surakarta, Dr. Ir. Rohmadi, ST., M.Si., MT., MM.

Dalam sambutannya, Kepala BPAFK Surakarta menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut sebagai bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengembangan penyelenggaraan pelatihan yang profesional, terstandar, dan berkelanjutan.
Selanjutnya, rombongan BPAFK Makassar diajak mengunjungi berbagai fasilitas yang dimiliki BPAFK Surakarta. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai sarana dan prasarana pelayanan, laboratorium, serta fasilitas pendukung pelaksanaan pelatihan yang menjadi bagian penting dalam pengembangan BPAFK Akademi.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung di Ruang Bimbingan Teknis (Bimtek) Lantai 3 Gedung Pelayanan BPAFK Surakarta. Pada kesempatan tersebut, kedua instansi membahas berbagai aspek penyelenggaraan Institusi Penyelenggara Pelatihan (IPP), mulai dari tata kelola organisasi, penyusunan kurikulum, sistem administrasi pelatihan, pengelolaan instruktur, hingga strategi peningkatan mutu layanan pelatihan sesuai dengan standar yang berlaku.
Melalui forum diskusi ini, BPAFK Surakarta dan BPAFK Makassar saling berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta inovasi dalam penyelenggaraan pelatihan. Diharapkan hasil studi tiru ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan BPAFK Akademi sehingga mampu menghasilkan program pelatihan yang semakin berkualitas, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia.
Kunjungan studi tiru ini juga menjadi wujud komitmen kedua institusi dalam memperkuat jejaring kerja sama antar UPT Kementerian Kesehatan. Dengan kolaborasi yang semakin erat, diharapkan pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang alat dan fasilitas kesehatan dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
BPAFK Surakarta senantiasa berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam pelayanan pengamanan alat dan fasilitas kesehatan serta pengembangan kompetensi melalui penyelenggaraan pelatihan yang inovatif, adaptif, dan berkualitas.