Menjamin keselamatan pasien di rumah sakit, puskesmas, atau klinik bukan hanya menjadi tanggung jawab dokter dan perawat di garis depan. Di balik layar, ada peran krusial dari pengujian kelayakan dan pemeliharaan akurasi alat medis agar diagnosis yang diberikan tepat sasaran. Di sinilah Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta mengambil peran utamanya.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Kesehatan RI, BPAFK Surakarta memikul tanggung jawab besar dalam mengawal standar mutu alat kesehatan nasional. Untuk menjaga performa dan akurasi yang tinggi tersebut, kuncinya terletak pada fondasi internal institusi, yaitu budaya kerja.
Bagaimana sebenarnya lingkungan kerja, etos profesionalisme, dan transformasi budaya kerja di instansi penguji alat kesehatan andalan Solo Raya ini? Mari kita bedah bersama.
1. Core Values “BerAKHLAK” sebagai Fondasi Utama
Sebagai bagian integral dari instansi pemerintahan dan Kemenkes RI, seluruh aparatur dan staf di BPAFK Surakarta mengadopsi core values ASN nasional, yaitu BerAKHLAK. Nilai-nilai ini bukan sekadar slogan, melainkan kompas operasional dalam setiap aspek pelayanan pengujian dan kalibrasi alat kesehatan.
-
Berorientasi Pelayanan: Memahami kebutuhan fasilitas kesehatan (fasyankes) dengan memberikan solusi pengujian yang responsif, ramah, dan solutif.
-
Akuntabel: Setiap sertifikasi, pengujian, dan hasil kalibrasi alat kesehatan wajib dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, ilmiah, dan objektif.
-
Kompeten: Terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui sertifikasi keahlian teknis laboratorium medis berkelanjutan.
-
Harmonis: Membangun lingkungan kerja yang saling menghargai perbedaan demi terciptanya soliditas tim yang kuat.
-
Loyal: Berdedikasi penuh demi menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan mutu kesehatan masyarakat Indonesia.
-
Adaptif: Cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi alat kesehatan (alkes) yang semakin canggih dan kompleks.
-
Kolaboratif: Bersinergi dengan berbagai rumah sakit, puskesmas, laboratorium swasta, hingga dinas kesehatan lintas wilayah.
2. Etos Kerja Berorientasi Ibadah untuk Penguatan Karakter
Ada satu hal menarik yang membedakan atmosfer kerja di instansi ini. Dalam program penguatan karakter internalnya, manajemen aktif menggalakkan prinsip Etos Kerja Berorientasi Ibadah.
Semangat transformasi internal ini menekankan bahwa bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas harian atau mencari nafkah semata, melainkan sebuah bentuk pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan publik yang bersih, jujur, dan berintegritas.
Pendekatan spiritual-profesional ini terbukti ampuh memicu motivasi internal para staf. Hasilnya, integritas pegawai terjaga kuat, meminimalkan risiko maladministrasi, dan mendorong kultur kerja yang transparan dalam ekosistem Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Kesehatan.
3. Budaya Adaptif Melalui Inovasi Digitalisasi “SIKAL”
Budaya kerja yang sehat dan adaptif selalu melahirkan inovasi. Menjawab tantangan era modern, BPAFK Surakarta menerapkan transformasi digital sebagai bagian dari reformasi birokrasi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Salah satu bukti nyata dari budaya adaptif ini adalah pengembangan SIKAL (Sistem Informasi Kalibrasi dan Pengujian). Aplikasi ini mengubah proses kerja konvensional menjadi terintegrasi. Lewat SIKAL, pengguna layanan dapat melakukan:
-
Pendaftaran secara online tanpa harus datang ke kantor.
-
Pemantauan (tracking) status pekerjaan secara real-time.
-
Pengelolaan dokumen hasil layanan secara transparan dan akurat.
Digitalisasi ini memangkas waktu birokrasi, memberikan kepastian layanan bagi fasyankes, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas pengujian yang diberikan.
4. Inovasi Layanan Unggulan Berorientasi Pelanggan
Kultur kerja Service Excellent yang kasual namun tetap profesional berhasil menelurkan beberapa program unggulan yang sangat fleksibel terhadap kebutuhan fasyankes saat ini:
| Layanan Unggulan | Deskripsi Manfaat | Keunggulan Utama |
| One Day Service | Layanan kalibrasi kilat yang selesai dalam waktu satu hari kerja. | Mendukung operasional rumah sakit agar unit medis tidak “menganggur” terlalu lama. |
| Kalibrasi Mobile | Jemput bola dengan membawa tim teknis langsung ke lokasi fasilitas kesehatan. | Sangat efisien untuk alkes besar dan fasyankes di wilayah terpencil tanpa risiko mobilisasi alat. |
| Konsultasi Teknis | Edukasi pengelolaan, pemeliharaan, hingga peningkatan mutu fungsional alat. | Membantu meningkatkan awareness fasyankes terhadap keamanan alat secara mandiri. |
Kesimpulan
Budaya kerja di BPAFK Surakarta adalah perpaduan harmonis antara kepatuhan standar teknis laboratorium yang ketat, komitmen terhadap nilai BerAKHLAK, serta ketulusan etos kerja berorientasi ibadah. Melalui akselerasi digital dan komitmen pelayanan prima (service excellent), mereka sukses bertransformasi menjadi institusi rujukan pengamanan alat kesehatan yang tepercaya dan andal di skala nasional demi mendukung keselamatan pasien Indonesia.
