BPAFK Surakarta

Pembahasan Metode Kerja Uji Produk Digelar di BPAFK Surakarta untuk Perkuat Standarisasi Pengujian Alat Kesehatan

Surakarta, 30 Juli 2026 – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta menyelenggarakan Pembahasan Metode Kerja Uji Produk yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Pelayanan BPAFK Surakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat harmonisasi metode kerja pengujian produk alat kesehatan guna mendukung pengawasan mutu, keamanan, dan efektivitas alat kesehatan di Indonesia.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, yaitu drg. Melly Juwitasari, MKM. selaku Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengawasan di lingkungan Direktorat Pengawasan Alat Kesehatan. Turut hadir pula perwakilan dari BPAFK Jakarta, BPAFK Surabaya, BPAFK Medan, BPAFK Makassar, serta LPAFK Banjarbaru yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Kepala BPAFK Surakarta Membuka Kegiatan

Hari pertama diawali dengan sambutan dari Kepala BPAFK Surakarta, Dr. Ir. Rohmadi, ST., M.Si., MT., MM. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antarunit pelaksana teknis dan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan dalam menyusun metode kerja uji produk yang seragam, akurat, dan mampu menjawab perkembangan teknologi alat kesehatan.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh drg. Melly Juwitasari, MKM. yang mengapresiasi komitmen seluruh BPAFK dan LPAFK dalam mendukung peningkatan kualitas pengawasan alat kesehatan melalui penyusunan metode kerja yang sesuai dengan regulasi dan kebutuhan pelayanan.

Industri Alat Kesehatan Sampaikan Potensi Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri

Pada sesi materi, peserta memperoleh paparan dari Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dengan tema “Kemampuan Industri Alat Kesehatan untuk Memenuhi Kebutuhan Alat Kesehatan Dalam Negeri” yang disampaikan oleh Puji Yohana Lambasa Solin.

Materi tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan industri alat kesehatan nasional, kapasitas produksi dalam negeri, tantangan yang dihadapi industri, serta peluang kolaborasi antara pemerintah, laboratorium pengujian, dan pelaku industri dalam meningkatkan daya saing produk alat kesehatan Indonesia.

Pembahasan Metode Kerja Uji Produk

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan Pembahasan Metode Kerja Uji Produk yang melibatkan seluruh peserta. Diskusi difokuskan pada penyempurnaan metode kerja pengujian produk agar menghasilkan prosedur yang terstandar, konsisten, dan dapat diterapkan secara nasional oleh seluruh laboratorium pengujian di lingkungan Kementerian Kesehatan.

Melalui forum ini, para peserta bertukar pengalaman, menyampaikan masukan teknis, serta membahas berbagai aspek yang berkaitan dengan validitas metode, kesesuaian regulasi, hingga implementasi pengujian terhadap berbagai jenis alat kesehatan.

Diharapkan hasil pembahasan selama dua hari ini dapat menjadi landasan dalam penyusunan metode kerja uji produk yang lebih komprehensif, sehingga mampu mendukung peningkatan mutu layanan pengujian alat kesehatan serta memperkuat sistem pengawasan alat kesehatan di Indonesia.

Exit mobile version