Sholat Dzuhur Berjamaah dan Kultum Ramadhan: Menjawab Persoalan dengan Istigfar

Surakarta, 03 Maret 2026 – Dalam rangka mengisi kegiatan bulan suci Ramadhan 1447 H, Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta kembali menyelenggarakan Sholat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Kultum Ba’da Dzuhur pada Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Rohmad, Gedung Penunjang BPAFK Surakarta, dan diikuti oleh pegawai serta staf di lingkungan BPAFK Surakarta.

Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Bapak Sudartono selaku Kepala Subbag Administrasi Umum BPAFK Surakarta. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang persoalan hidup yang dijawab oleh Nabi dengan istigfar.

Beliau menyampaikan bahwa dalam sebuah riwayat, ketika para sahabat datang mengadukan berbagai persoalan, mulai dari kesulitan rezeki, kekeringan, hingga belum dikaruniai keturunan, jawaban yang disampaikan Nabi adalah memperbanyak istigfar. Istigfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi bentuk kesadaran diri, kerendahan hati, serta pengakuan atas kelemahan manusia di hadapan Allah SWT. Dengan memperbanyak istigfar, pintu kemudahan dan keberkahan akan dibukakan.

Dalam kultumnya, beliau juga mengisahkan keteladanan Imam Ahmad bin Hanbal. Diceritakan bahwa suatu ketika Imam Ahmad dalam perjalanan dan hendak beristirahat di sebuah masjid. Namun, beliau tidak diperkenankan menginap oleh pengelola masjid. Dalam kondisi tersebut, seorang penjual roti yang melihat keadaan beliau kemudian menawarkan tempat untuk menginap di rumahnya.

Selama di rumah penjual roti tersebut, Imam Ahmad memperhatikan bahwa si penjual roti senantiasa melafalkan istigfar di sela-sela aktivitasnya membuat roti. Ketika ditanya tentang kebiasaannya itu, penjual roti tersebut menjawab bahwa ia selalu beristigfar karena meyakini keutamaannya. Ia pun menyampaikan bahwa hampir semua doa dan harapannya telah dikabulkan Allah, kecuali satu hal, yaitu keinginannya untuk dapat bertemu dengan Imam Ahmad. Mendengar hal itu, Imam Ahmad pun tersenyum dan mengatakan bahwa Allah telah mengabulkan doa tersebut dengan cara mempertemukan mereka malam itu.

Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa istigfar memiliki kekuatan luar biasa dalam kehidupan seorang muslim. Tidak hanya sebagai penghapus dosa, tetapi juga sebagai jalan pembuka rezeki, kemudahan urusan, dan terkabulnya doa.

Kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah dan Kultum Ba’da Dzuhur ini diharapkan dapat semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh pegawai BPAFK Surakarta, serta menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri, memperbanyak istigfar, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *