Surakarta, 26 Februari 2026 – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang penuh makna, Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta kembali melaksanakan kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan Kultum Ba’da Dzuhur pada Kamis (26/2). Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Rohmad, Gedung Penunjang BPAFK Surakarta, dan diikuti oleh seluruh pegawai dengan penuh khidmat.
Kultum pada kesempatan kali ini mengangkat tema “Solusi untuk Hati yang Tersakiti di Bulan Ramadhan” yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Afifudin selaku Kepala Instalasi Alat Ukur Standar BPAFK Surakarta. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, setiap insan tidak luput dari ujian, termasuk perasaan tersakiti oleh perkataan maupun perbuatan orang lain.
Beliau menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Adapun solusi terbaik ketika hati tersakiti, sebagaimana disampaikan dalam kultum, adalah dengan menumbuhkan kesabaran, membiasakan diri untuk memaafkan, memperkuat tawakal kepada Allah SWT, melakukan muhasabah atau introspeksi diri, serta mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Kesabaran menjadi benteng utama agar tidak terjerumus dalam emosi yang berlebihan. Memaafkan bukan hanya membebaskan orang lain dari kesalahan, tetapi juga membebaskan diri sendiri dari beban hati. Tawakal mengajarkan untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berikhtiar, sementara muhasabah membantu setiap individu untuk melihat kekurangan diri dan memperbaikinya. Dengan memperbanyak aktivitas positif, hati akan lebih tenang dan terhindar dari pikiran negatif.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas spiritual pegawai, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh keberkahan selama bulan Ramadhan.
Melalui kegiatan Sholat Dzuhur berjamaah dan Kultum Ramadhan ini, BPAFK Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan suasana kerja yang religius, penuh keteladanan, serta mendukung pembentukan karakter pegawai yang berintegritas dan berakhlak mulia.














