Surakarta, 10 September 2026 — Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta melaksanakan kegiatan Penguatan Sistem Pengendalian Intern dan Penerapan Manajemen Risiko sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola organisasi yang efektif, akuntabel, dan berintegritas.
Kegiatan tersebut menghadirkan Togu Sihombing, S.T., M.Si., CCIA., QGIA., Inspektur IV Kementerian Kesehatan, yang memberikan penguatan dan pemahaman kepada jajaran BPAFK Surakarta mengenai pentingnya sistem pengendalian intern serta penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Kegiatan diawali dengan sambutan Plt. Kepala BPAFK Surakarta, Muhammad Arif Jatmiko, S.T., MKM., yang disampaikan secara daring. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya komitmen bersama seluruh jajaran dalam membangun tata kelola organisasi yang semakin baik melalui penguatan pengendalian internal dan pengelolaan risiko.

Penguatan Pengendalian Intern dan Kesadaran Risiko
Penerapan sistem pengendalian intern merupakan bagian penting dalam memastikan setiap proses kerja organisasi berjalan sesuai ketentuan, memiliki pengendalian yang memadai, serta mampu mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Sementara itu, manajemen risiko menjadi instrumen penting untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan memitigasi berbagai risiko yang berpotensi menghambat pencapaian sasaran.
Melalui kegiatan penguatan ini, jajaran BPAFK Surakarta diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan risiko bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak tertentu, tetapi merupakan bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab seluruh pegawai.
Membangun Budaya Kerja Sadar Risiko
Kegiatan penguatan sistem pengendalian intern dan manajemen risiko juga menjadi momentum bagi BPAFK Surakarta untuk terus membangun budaya kerja yang mengedepankan integritas, akuntabilitas, serta kesadaran terhadap risiko dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dengan pengendalian yang kuat dan pengelolaan risiko yang baik, organisasi dapat mengambil langkah mitigasi secara lebih tepat dan cepat, sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, BPAFK Surakarta berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, sistem pengendalian intern, dan penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada pencapaian kinerja.
Bersama, BPAFK Surakarta membangun budaya kerja yang sadar risiko, kuat dalam pengendalian, dan berkomitmen mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin baik.













