Surakarta, 29 Juni 2026 – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan melalui penyelenggaraan Kegiatan Bimbingan Mental (BIMA) dengan tema “Etos Kerja Berorientasi Ibadah sebagai Aktualisasi Perubahan Budaya Kerja Kementerian Kesehatan.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Lantai 3 Gedung Pelayanan BPAFK Surakarta dan diikuti oleh seluruh pegawai BPAFK Surakarta, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga outsource. Kehadiran seluruh pegawai menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Kementerian Kesehatan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala BPAFK Surakarta, Dr. Ir. Rohmadi, S.T., M.Si., M.T., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan budaya kerja tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga harus dibangun melalui penguatan karakter, integritas, dan spiritualitas dalam menjalankan tugas.

Beliau menekankan bahwa setiap pegawai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah, setiap tugas yang dilaksanakan akan memiliki nilai yang lebih bermakna serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai narasumber, Prof. Sukarmin, S.Pd., M.Si. menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Budaya Kerja, Aktualisasi Nilai BerAKHLAK dalam Transformasi Internal Kementerian Kesehatan di BPAFK Surakarta.”

Dalam paparannya, Prof. Sukarmin menjelaskan bahwa transformasi budaya kerja merupakan fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang adaptif, profesional, dan berintegritas. Nilai-nilai BerAKHLAK sebagai core values ASN harus menjadi pedoman dalam setiap aktivitas kerja, sehingga mampu menciptakan pelayanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan etos kerja sebagai bentuk ibadah, sehingga setiap pekerjaan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan semangat tersebut, perubahan budaya kerja akan tumbuh dari kesadaran individu dan menjadi kekuatan kolektif dalam mendukung transformasi Kementerian Kesehatan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti materi dengan antusias serta aktif berdiskusi mengenai implementasi nilai-nilai BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan BPAFK Surakarta. Melalui sesi diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya membangun budaya kerja yang produktif, harmonis, dan berintegritas.

Penyelenggaraan Bimbingan Mental ini menjadi salah satu upaya BPAFK Surakarta dalam membangun organisasi yang tidak hanya unggul dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat melayani, serta komitmen terhadap nilai-nilai organisasi. Penguatan aspek mental dan spiritual diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja, mempererat kebersamaan antarpegawai, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan positif.
Melalui kegiatan ini, BPAFK Surakarta berharap seluruh pegawai dapat terus mengaktualisasikan nilai-nilai BerAKHLAK dan menjadikan etos kerja berorientasi ibadah sebagai landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semangat transformasi budaya kerja ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya birokrasi Kementerian Kesehatan yang semakin profesional, adaptif, berintegritas, dan berdaya saing.











