Pemantauan Pemenuhan Obat dan Vaksin melalui Katalog Elektronik dengan Pemanfaatan Data KFA Digelar di BPAFK Surakarta

Surakarta, 29 Juli 2026 – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta menjadi tuan rumah kegiatan Pemantauan Pemenuhan Obat dan Vaksin melalui Katalog Elektronik dengan Pemanfaatan Data KFA (Kamus Farmasi dan Alat Kesehatan) yang diselenggarakan oleh Direktorat Produksi dan Distribusi Farmasi, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Ruang Auditorium Gedung Pelayanan BPAFK Surakarta dan dihadiri oleh perwakilan produsen farmasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai optimalisasi pemanfaatan Kamus Farmasi dan Alat Kesehatan (KFA) dalam mendukung pemenuhan kebutuhan obat dan vaksin melalui mekanisme Katalog Elektronik. Dengan pemanfaatan data yang terintegrasi, proses pengadaan diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan akurat sehingga mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPAFK Surakarta, Dr. Ir. Rohmadi, ST., M.Si., MT., MM., dipercaya menjadi salah satu narasumber. Dalam paparannya yang berjudul Profil BPAFK Surakarta, beliau memperkenalkan tugas dan fungsi BPAFK Surakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Kesehatan yang memiliki peran strategis dalam pengamanan alat kesehatan dan fasilitas kesehatan.

Materi yang disampaikan meliputi profil kelembagaan, ruang lingkup layanan, kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, laboratorium inspeksi, dukungan sumber daya manusia, hingga berbagai inovasi pelayanan yang telah dikembangkan BPAFK Surakarta. Selain itu, peserta juga memperoleh gambaran mengenai komitmen BPAFK Surakarta dalam mendukung peningkatan mutu, keselamatan, serta keandalan alat kesehatan melalui layanan yang profesional, terpercaya, dan berstandar nasional maupun internasional.

Pemaparan tersebut mendapat perhatian positif dari para peserta, khususnya perwakilan produsen farmasi, karena memberikan wawasan mengenai peran penting BPAFK Surakarta dalam mendukung ekosistem pelayanan kesehatan, mulai dari pengujian dan kalibrasi alat kesehatan hingga pengawasan mutu fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, produsen farmasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi pemanfaatan data KFA pada Katalog Elektronik. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan obat dan vaksin yang berkualitas, tepat sasaran, serta mendukung transformasi digital sektor kesehatan di Indonesia.

BPAFK Surakarta berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program strategis Kementerian Kesehatan melalui penyediaan layanan teknis yang berkualitas, penguatan kerja sama lintas sektor, serta peningkatan kapasitas dalam mendukung sistem kesehatan nasional yang lebih maju dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *