Surakarta, 22 Mei 2026 – Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta menerima kunjungan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) 17 Karanganyar dalam rangka penjajakan kerja sama program magang mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026) ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sektor pelayanan kesehatan, khususnya di bidang pengamanan alat dan fasilitas kesehatan.
Rombongan STIKES 17 Karanganyar dipimpin langsung oleh Ketua STIKES 17 Karanganyar, Puji Supriyono, dan diterima oleh Ketua Tim Kerja Tata Operasional BPAFK Surakarta, Sarwidi. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan fokus pembahasan pada peluang kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait program magang mahasiswa.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai aspek kerja sama, mulai dari ruang lingkup kegiatan magang, kebutuhan kompetensi mahasiswa di dunia kerja, hingga peluang pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Program magang diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, memahami proses kerja di lingkungan profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja setelah lulus.
Selain sesi diskusi, rombongan STIKES 17 Karanganyar juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat layanan dan fasilitas yang dimiliki BPAFK Surakarta. Salah satu agenda yang menarik perhatian peserta adalah kunjungan ke Laboratorium Dosimetri. Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pemantauan dan evaluasi dosis radiasi menggunakan teknologi Thermoluminescent Dosimeter (TLD) yang digunakan untuk mendukung keselamatan radiasi bagi pekerja radiasi dan fasilitas kesehatan.
Melalui penjelasan dari petugas laboratorium, peserta dapat menyaksikan secara langsung tahapan evaluasi TLD serta memahami pentingnya pengendalian dan pemantauan paparan radiasi dalam mendukung keselamatan kerja dan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa mengenai penerapan teknologi dan standar keselamatan radiasi di lingkungan kerja profesional.
Kolaborasi antara STIKES 17 Karanganyar dan BPAFK Surakarta diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui program magang yang terstruktur, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga kesempatan untuk memahami standar mutu, keselamatan, dan profesionalisme yang diterapkan dalam pelayanan pengamanan alat dan fasilitas kesehatan.
BPAFK Surakarta menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan layanan kesehatan di masa depan.












